Skip to main content

Posts

REALITA DAN SISI LAIN DARI TAHUN POLITIK

          2019, di gadang-gadang menjadi tahun yang cukup menakjubkan, penuh antusias, menggairahkan, kompetitif, serta menjadi tahun yang sangat di nanti-nanti karena tahun 2019 merupakan puncak dari ajang paling bergengsi se-antero Nusantara. Adalah, tahun Politik. Momok Lain Di Balik Tahun Politik Pada kesempatan ini, penulis mencoba menjabarkan satu realitas sosial (Momok) dibalik singar bingarnya konstalasi politik tanah air. Realitas yang penulis maksudkan disini adalah maraknya kasus prostitusi atau pelacuran. Kasus pelacuran seakan menjadi sangat menarik untuk di pertontonkan sementara ini. Belum lama setelah khayalak Negeri di gegerkan dengan beredarnya kasus artis papan (VA) yang menggadaikan barang paling berharga miliknya dengan banrol Rp.80 Jt, pihak penegak hukum kembali menyeret salah seorang Dosen tengah melakukan hubungan intim (pelacuran) dengan Mahasiswi dari salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Kota Kupang-NTT. Menurut pem...

Untuk ibu yang menelantarkan, melepas, bahkan membunuh anaknya.

ANAKMU BUKAN MILIKMU Mereka putra putri sang hidup yang rindu pada diriya sendiri Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau. Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu. Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu Sebab pada mereka ada alam pikiran sendiri. Patut kau brikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya, Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, Yang tidak dapat kau kunjungi sekalipun dalam impian. Kau boleh berusaha menyerupai mereka, Namun jangan membuat mereka menyerupaimu. Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, pun tidak tenggelam Di masa lampau. Kaulah busur, anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya, Hingga anak panah itu melesat jauh dengan cepat. Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan sang pemurah, Sebab dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat. Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap. //ridwan.

Art of War

Secara umum, orang-orang Tiongkok mengatakan bahwa, "Hanya ada 36 Strategi di bawah langit", menandakan bahwa semua strategi perang modern ataupun klasik merupakan variasi dari 36 Strategi dasar tersebut. Fakta bahwa "36 Strategi" yang telah diterjemahkan pada Pendidikan Militer Barat, menunjukkan adanya kesamaan dengan strategi-strategi yang biasa digunakan dalam perang-perang sebelumnya di Barat. Dalam waktu yang tidak terlalu lama sejak ditemukan di  Tiongkok Daratan , dokumen tersebut menjadi sedemikian populer di dalam dan dan di luar Tiongkok. Kerap dihubungkan dengan Seni Perang  Sun Tzu , namun ia lebih merupakan sebuah buku tentang taktik daripada sebuah buku strategi "36 Strategi" diidentikkan dengan  Sun Tzu , tetapi hal ini mungkin tidak terlalu benar. Sun Tzu hidup dalam  periode Musim Semi dan Gugur  di Tiongkok, sementara hampir seluruh 36 sajak tersebut berada pada periode setelahnya. Bab 1 [ sunting  |  sunting sumber ] ...

REBEL GIRL

Aku tidak membicarakan perempuan di luar sana. Tapi, aku adalah perempuan dan aku merokok. Selama ini memang, rokok selalu disimbolkan dengan hal-hal yang bertendensi negatif bagi perempuan. Aku tidak tahu, cobalah kita sebut, pelacur, perempuan bar, atau yang lebih sederhana perempuan-perempuan yang hobi nongkrong dan pulang malam. Aku sedang berandai-andai, rokok ada di tengah dua jari perempuan-perempuan yang berambut panjang, berjepit tengah dengan rok bunga-bunga sambil  memasak di dapur. Ah, itu keren sekali. Mereka yang kemudian citranya rusak gara-gara sebatang rokok," sambungnya. ㅤ Mungkin banyak perempuan seperti dia dengan jalan pikirnya, di luar sana. Tapi, dengan telinga dan mataku sendiri, aku sedikit tersanjung ada perempuan yang mencoba untuk tidak munafik. Bibirnya benar-benar seperti apel manalagi, menggantung saat berbicara sepanjang itu. Wajah kusamnya benar-benar serasi dengan asap-asap rokok dari mulutnya. ㅤ Kebetulan juga, aku adalah seorang penjahit. Aku me...
untuk mama. ahh.. tak henti jua mengalir  air mata dibalik gelap karir gentar gentir,,kocar kacir. kiri dan kanan tetap menyengat nadir Nak,jadi lah PNS jelas disegani dibalik uniformmu yang fressh Ma..ada duri dilidahku aku tak ingin uniform dengan garis setrika lurus tapi moral terbungkus akal bulus Nak,jadilah seperti'mereka' tampan nan elok bicaranya di depan tipi luas pengetahuan sosial mumpuni Ma,mereka ikan dalam keranjang besi berdiam diri dalam bau amis daripada mendengar yang lain rintih tangis Nak,tegar tampilannya tegas cakap menggelegar Ma,mereka bak balon berisi air tertusuk cakap kotor di jalanan dan buarr..!!! muntahkan nanar  dari hati mereka yang terkapar sudahlah Ma kanvas pun butuh nafas lihat jemariku lepas,menggeliat seperi tak ada batas Dia yang memilihkan ku seragam tanpa bintang tanpa elokan warna batik khas tanpa loreng yang sampai sekarang arti membias "aku akan setia berkaya" buat Mama Tersayang

Segelas kopi dan depresi

Segelas KOPI dan DEPRESI ☕💔 Pagi ini, ketika mentari kembali pancarkan sinarnya ke langit biru yang masih terlihat pekat di atas sana. Aku kembali duduk di singgasanaku sambil menatap rona emasnya yang semakin tinggi menghampiri langit yang masih tertutup awan sebagiannya. Seperti biasa,segelas kopi hitam kembali temani pagiku bersama buku  harianku yang sudah lusuh. Lalu Aku menatap langit dengan kosongku, walau sebenarnya dalam kekosonganku, aku sedang merindukan seseorang yang pernah menjadi mentari pagiku, dan dalam hati aku berkata "Kau tau ,dalam setiap pagiku, aku ingin menatap lagit ini bersamamu." Aku menundukkan kepalaku, lalu tersenyum pada lantai, sebenarnya ada air yang mau mengalir dari mata ini, tapi kepalan tanganku melarangnya turun. "Hey !! Wanita depresi !!" Teriak Jessy menyapaku yang tengah melamun, mungkin karena sudah  berapa kali iya menyapa namun aku tak menyadarinya. "Apa lagi Je." Jawabku. "Kamu nggak punya kebiasa...

Demokrasi

Demokratisasi adalah proses rasionalisasi. Salah satu hasil rasionalisasi adalah keberhasilan suatu masyarakat majemuk untuk melampaui loyalitas-loyalitas primordial di dalamnya. Lewat demokrasi bukan hanya kekuasaan politis, melainkan juga loyalitas-loyalitas primordial terkait agama dan etnisitas itu menjadi bagian komunikasi publik dan dikontrol oleh penalaran publik. Dalam ungkapan lain, demokrasi menghasilkan moderasi yang diperlukan untuk etos kewarganegaraan yang inklusif. ㅤㅤ Jika tesis di atas dapat disetujui, kita dapat menemukan sekurangnya dua indikator rasionalitas publik. Pertama adalah preferensi para pemilih dalam pemilihan umum. Pemilih rasional akan fokus pada program, kinerja dan rekam jejak calon, sedangkan pemilih emosional mudah dipikat oleh loyalitas-loyalitas primordial terkait ras, etnisitas atau agama. Kedua adalah ke-patuhan pada hukum. Hukum modern menyimpan kekuatan rasionalisasi di dalam dirinya karena merupakan produk penalaran. Lewat prosed...