Kesadaran politik tidak hanya dibaca sebagai politik praktis, yaitu merebut kekuasaan, tetapi lebih daripada itu, yaitu bertujuan untuk memajukan kepantingan perempuan. Dalam berbagai bidang, keputusan politik sangat sedikit yang pro-kepentingan perempuan. Perempuan selalu dinomor-duakan. Padahal, dalam realitas, perempuan adalah penanggung jawab atas keberlangsungan hidup keluarganya, mulai dari sandang, pangan, hingga pendidikan.
ㅤㅤ
Bagi seuatu negara yang militeristis, perempuan diposisikan sebagai “teman di belakang” atau perempuan “di garis belakang”. Artinya, perempuan hanya mengurusi hal-hal yang terkait “dapur, sumur, dan Kasur.” Dengan kata lain, urusan yang sifatnya domestik. Banyak di antara kaum perempuan kritis dan intelektual mengklaim kekerasan seksual sepanjang sejarah besar bangsa ini.
ㅤㅤ
Tak terhitung jumlah ibu hamil yang dipenjarakan, ibu-ibu tua, dan para pelajar perempuan. Dalam sebuah kasus, seorang ibu harus mendekam di dalam tahanan bersama seorang anaknya yang masih berusia 18 bulan.
Sebagai salah satu tipe aliran pemikiran dan gerakan feminis, ecofeminisme memiliki karakterisrik yang sama yaitu menentang adanya bentuk-bentuk penindasan terhadap peremuan yang disebabkan oleh sistem patriarki. Namun, berbeda dengan aliran feminism lainnya, ekofemisme menawarkan konsepsi yang paling luas dan paling menuntut atas hubungan diri (manusia) dengan yang lain. Dalam hubungan tersebut, seringkali manusia menghamburkan sumber daya alam dengan mesin, mencemari lingkungan dengan gas beracun. Akibatnya, menurut ekofenisme alam juga melakukan perlawanan, sehingga setiap hari manusia pun termiskinkan sejalan dengan penebangan pohon di hutan dan kepunahan binatang spesies demi spesies. Untuk menghindari terjadinya itu semua, maka menurut ekofeminisme manusia harus memperkuat hubungan satu dengan yang lain hubungan dengan dunia bukan manusia.
ㅤㅤ
Menurut Dorothy Dinneraein, salah seorang tokoh ekofeminis sosial, untuk mengakhiri penindasan terhadap setiap orang dan segala sesuatu yang selama ini tidak dihargai harus dihancurkan pemikiran dikotomi Barat, tentang perempuan-laki-laki. Menurutnya, usaha untuk meminggirkan perempuan dana lam dari laki-laki dan kebudayaan telah menyebabkan kita bukan saja mencederai dan mengeksploitasi perempuan, serta membatasi dan mendeformasi laki-laki, tetapi juga mendorong untuk terus berjalan “menuju pembunuhan terhadap ibu yang paripurna, pembunuhan yang penuh amarah dan ketamakan terhadap bumi yang melahirkan kita. Untuk mengakhiri hal tersebut, menurutnya perempuan harus membawa alam ke dalam kebudayaan, dengan memasuki dunia public, dan laki-laki harus membawa kebudayaan ke dalam alam, dengan memasuki dunia pribadi. Dengan cara begitu, maka laki-laki dan perempuan (kebudayaan dan alam) adalah satu.
ㅤㅤ
ㅤㅤ
Comments
Post a Comment