Skip to main content

Dibalik PEMILU

Pemilihan umum hanya menghasilkan jumlah perhitungan kertas surat suara yang dianggap sebagai aspirasi-aspirasi individual dari para pemilih. Ini artinya, tak peduli bagaimanapun tunggalnya aspirasi pilihan para pemilih, mereka tetap tak akan terorganisir dan tak akan menjadi satu kesatuan dalam perjuangan bersama.
Jadi, pemilu tak lebih dari mistifikasi yang diciptakan oleh demokrasi borjuis. Pemilihan umum dirancang sedemikian rupa untuk melanggengkan tercerai-berainya dan terpisah-pisahnya individu-individu serta untuk mencegah terbentuknya kekuasaan hasil pemilu yang disebut sebagai kekuasaan populis (popular powers) sepanjang rantai “mitra-mitra terpecaya” (acceptable partnes) sepanjang partai-partai itu membela kepentingan-kepentingan domain negara kapitalis di atas kepentingan massa.
ㅤㅤ
Ringkasnya, kemenangan dalam pemilu tidaklah membuahkan kekuatan. Bahkan, kemenangan pemilu yang didasarkan pada program reformasi yang moderat tidak akan membuahkan kekuatan untuk bisa menjalankan reformasi tersebut seperti yang dicanagkannya. Ketakberdayaan inilah yang merupakan salah satu sebab kuat terbentuknya mayoritas konservatif di tubuh kekuasaan, kecuali pada masa-masa krisis yang sangat parah. Ketakberdayaan ini pula yang menjadi sebab akibat bagi terpilihnya kembali secara regular pemerintahan yang sedang berkuasa apapaun kebijakannya yang mereka buat, entah dalam kecenderungan umum atau pun dalam detailnya, senantiasa mencerminkan keseimbangan kekuatan yang ada pada saat tersebut.
ㅤㅤ

Comments