Dengan alam aku mengerti arti hidup
dari pohon pinus aku tau arti getah,
dengan angin aku tau makna angan,
dari air aku menemukan tujuan
Semoga yg kita cari berupa ilmu bukan sekedar pelampiasan cita
2011
ini sajak dan puisi
waktu yang sama, udara yang sama juga
Aku ingat 2011, cerita-cerita yang terlupakan
Seakan aku enggan menyapa tahun besok
Seiring waktu yang tua, aku mati bersama kerinduan yang mendalam
Aku bercengkrama dengan Tuhan
Pada ilalang yang kehausan, pada batu yang hampa
Aku nyanyikan syair angin kepada matahari
Setidaknya kamu terbaik di antara tahun lainnya
Untuk Tuhan tercinta
Tuhan, aku sudah lelah dengan elegi dramaMu
Sudah tak ada lagi yang harus dijadikan cita
Bilamana tugasku telah selesai
Maka ajaklah aku ke kediamanMu
Jalur-jalur tahun
Aku hidup di antara perbatasan jalur tahun
Air mataku dipenuhi serpihan samar-samar waktu
Rambutku tumbuh dewsa seperti lumut dibalik pohon
Pandanganku tertuju barat. Matahari yang tersungkur peradaban
Namun dia lupa tentang padi yang tertanam di pelataran dusun
Cerita selepas isya kita berdua pulang
Menuju khalayak luas
Dimana tak seorangpun tau tentang tikus yang mengemban cinta
waktu yang sama, udara yang sama juga
Aku ingat 2011, cerita-cerita yang terlupakan
Seakan aku enggan menyapa tahun besok
Seiring waktu yang tua, aku mati bersama kerinduan yang mendalam
Aku bercengkrama dengan Tuhan
Pada ilalang yang kehausan, pada batu yang hampa
Aku nyanyikan syair angin kepada matahari
Setidaknya kamu terbaik di antara tahun lainnya
Untuk Tuhan tercinta
Tuhan, aku sudah lelah dengan elegi dramaMu
Sudah tak ada lagi yang harus dijadikan cita
Bilamana tugasku telah selesai
Maka ajaklah aku ke kediamanMu
Jalur-jalur tahun
Aku hidup di antara perbatasan jalur tahun
Air mataku dipenuhi serpihan samar-samar waktu
Rambutku tumbuh dewsa seperti lumut dibalik pohon
Pandanganku tertuju barat. Matahari yang tersungkur peradaban
Namun dia lupa tentang padi yang tertanam di pelataran dusun
Cerita selepas isya kita berdua pulang
Menuju khalayak luas
Dimana tak seorangpun tau tentang tikus yang mengemban cinta
Hidup dalam lukisan
Lukisan Abstrak - Tanpa Hukum
Indahnya bukan sekedar nyata
Seakan ada rindu disetiap sketsa
menggambarkan kehidupan minimalis
Seperti tempat untuk mengadu rasa
Berbinar warna di atas media pucat
Dengan sebilah potrait wajah mozaik
Atas nama cat aku bergumam, atas nama kuas aku mencumbu
Andai kau adalah kanvas, aku ingin hidup dalam lukisan
Cerita lama
Dunia mulai tua. Aku mengitari tubuhku yang telah lusuh
Denting-denting waktu, decitan kursi-kursi rapuh
dan noda hati lama
Hari-hari berbias ketika senja menghampiri
Lalu segeromboloan angin yang mengintai dari kejauhan sana
Akankah tiba lagi hari esok?
Dengan harapan aku bisa mencium lagi wangi bunga yang sedang mekar
kisah hujan dan lembayung
diantara kisi-kisi memoar hujan, anda pasti menemukan kejanggalan
entah debatan hati atau pikiran?
yang jelas anda pasti tahu bahwa segelas kopi dapat menghidupkan perbincangan kita
lalu lembayung datang dari utara
memberi rona indah senyumu
oh senja, dapatkah kita memberi doa kepada angin?
untuk membawa masa-masa cinta lama
Jauh dari timur
sadarkah tirai-tirai sudah menutup, memberi cahaya redup
aku binatang malam, liar penuh dosa
lalu tuhan tidak lagi peduli
malaikat menjauh, naskah sisa drama semalam
temani aku dalam gemuruh suara yang tak ku ketahui entah dimana?
sampai kita lupa bahwa kasih telah pergi jauh dari timur
heroisme opini gagak
Sayang, bukan risalah lagu kita mendung. Tapi terlanjur salah
Malam sudah larut
Apakah opini lusa hanya tentang kita?
Sudah siapkah bermekaran bunga-bunga?
Musim semi sang gagak terlalu jauh, untuk menuai
Benih-benih cerita cinta sepasang merpati yang harus jatuh cinta
Kita
Sebenarnya ada beberapa tangkai bunga kerinduan,
Terselip diantara wewangian malam dan lentera hijau
Entah karena siang mempunyai cerita tentang tembang kasmaran
Sayang, kita terlalu cepat tumbuh dari ribuan keserakahan dan
Tercemar oleh kilau dunia.
Sampai kita menjadi sebuah lelucon dari pasifnya monolog
Dan terurai benih yang keliru
Comments
Post a Comment