Skip to main content

Posts

Catatan Jelang Pilkada Manggarai Timur

Hingar bingar Pilkada  yang akan di langsungkan di Kabupaten Manggarai Timur masih juga belum usai,sehingga mengantarkan kita semua harus betul-betul mampu menelaah secara baik dan kritis untuk menentukan pilihan kepada pemimpin yang kelak akan menjadi nakoda dalam membawa sebuah daerah. Persoalan pilihan terhadap pemimpin dalam sebuah daerah tentu adalah hal yang dianggap subtansial,sebab disinilah kemudian kita akan menyerahkan baik buruknya kehidupan masyarakat dalam daerah. Pada waktunya masyarakat Manggarai Timur  akan berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menentukan figur pemimpin yang akan menjadi panutan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, namun dalam hal ini apakah kita hanya akan sekedar menjatuhkan pilihan kita kepada para pasangan Calon yang bertarung di Pilkada ini ataukah kita memiliki kriteria tersendiri agar kita tidak  salah dalam memilih pemimpin ? Pertanyaan diatas tentu bukan tampa alasan dimana ketika kita ingin menyadari ...

Lelah dalam gelap

Inilah hal terakhir yang harus kulakukan Harus kubuat hidup ini masuk akal Adakah yang mau memberitahuku apa yang tlah kulakukan Aku rindu kehidupan Aku rindu warna-warni dunia Adakah yang mau memberitahu dimana diriku Karena kini lagi-lagi kudapati diriku terpuruk begitu dalam Jauh dari mentari yang bersinar ke dalam tempat tergelap Lagi-lagi aku begitu jauh dari mentari  Aku muak dengan semua ini Aku lelah hidup dalam gelap Adakah yang bisa melihatku di bawah sini Perasaan tlah hilang Tak ada yang lagi tersisa tuk bangkitkanku Kembali ke dunia yang kukenal Aku begitu jauh dari mentari Yang bersinar tuk terangi jalanku Untuk kembali ke pelukan Mereka yang peduli denganku ..ridwan rebel..

Catatan akhir November

Senja memudar, langit kelabu, malam pun hadir tanpa dirimu Diam di pantai,  dalam kesunyian tenggelam dalam luka, Ombak tidak bicara tentangmu Duduk di pantai, aku tulis namamu, lagi Karena aku rindu padamu, sejak November saat kita bermimpi saling mencintai selamanya Ku terluka, November yang dingin ini, saat daun-daun berguguran dan layu selamanya November tanpa dirimu merasakan hujan menangis memberitahuku bahwa segalanya telah berakhir November tanpa dirimu meminta rembulan untuk menyinari hatiku, lagi.. dan lagi Aku ingin memberitahumu bahwa kuingin kembali Namamu tertulis di kulitku Fajar menjelang, aku menanti, ...ridwan rebel...

Sembunyi dari neraka

Rasa takut mengendap Rasa dingin datang Berpacu di kulitku Mencari jalan untuk sampai padamu Lewati badai Kau pergi, abaikan rumahmu Pergi, tinggalkan semua yang kau tahu Kau tak sendiri Dengan tangan melambai Terjulur ke langit Dengan mata seperti gema di malam hari Sembunyi dari neraka yang tlah kau lewati ... Ridwan rebel...

Terbenam untukmu

Kututup kedua kunci di bawah jendela Kututup kedua tirai dan berlalu pergi Terkadang solusinya tidaklah mudah Kadang perpisahan adalah satu-satunya jalan Dan mentari Akan terbenam untukmu Dan bayang-bayang siang Akan mendekap dunia dalam kelabu Pada kartu dan bunga di jendelamu Semua temanmu memohon agar kau tak pergi Terkadang permulaannya tidaklah mudah Kadang perpisahan adalah satu-satunya jalan

Pil pahit

Duduk di kegelapan, tak bisa kulupa Hingga kini, kusadari waktu yang takkan pernah kumiliki Kisah lain tentang pil pahit takdir Aku tak bisa kembali lagi Dan dulu kau pinta aku tuk mencintaimu, dan kulakukan Menukar emosiku dengan janji setia Dan saat aku pergi, aku hanya sampai sejauh ini Separuh diriku tlah mati Kudengar suaranya di kepalaku Dan kita tak pernah benar-benar hidup Dan kita takkan dilahirkan lagi Tapi aku takkan pernah bertahan Dengan kenangan yang tlah mati di hatiku Kenangan yang tlah mati di hatiku Kenangan yang tlah mati di hatiku Kau bilang padaku tuk mencintaiku, dan kulakukan Ikatkan jiwaku pada sebuah simpul dan membuatku menyerah Maka saat aku pergi, aku hanya bisa menyimpan lukaku Separuh diriku tlah hilang Kini aku tak tahu lagi tempatku Dan kita tak pernah benar-benar hidup Dan kita takkan dilahirkan lagi Tapi aku takkan pernah bertahan Dengan kenangan yang tlah mati di hatiku Visi yang tlah mati dalam namamu  Jemari yang tlah ma...

SEMARAK MILAD MUHAMMADIYAH, BARCELONISTI MANGGARAI JUARA!

Team Volley Barcelonisti Manggarai meraih juara dalam rangka Gebyar Milad Muhammadiyah  yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Kupang, sabtu (25/11). Team Putri Barcelona  membawa juara 1 setelah mengalahkan PGSD. Kemenangan ini kami persembahkan untuk kampus yang kami cintai, ini menjadi modal kami untuk terus beprestasi, ucap "Melan" perwakilan team volley putri. Mudah-mudahan ini menginspirasi teman teman lainnya untuk menjadi bagian dalam prestasi di kejuaran-kejuaran lainnya . Pelatih Volley, Boni Wijoyo mengakatakan, kami bangga dan tidak sia-sia melatih mereka dengan gigih, hasilnya bisa kita lihat dan bisa kita rasakan, saya bangga sekali, katanya. Selamat ya, semoga sukses selalu kedepannya. (ridwan rebel)